Thoughts

Kopi Instan vs Kopi Asli

Ngobrolin soal kopi, akhir-akhir ini bisnis kopi memang sedang meningkat di Indonesia. Kedai-kedai kopi atau coffee shop alias café juga mulai banyak dirintis di banyak kota. Tidak hanya menjual minuman kopi olahan asal luar negeri, kedai kopi di Indonesia juga mulai menawarkan varietas kopi lokal yang tudak kalah lezatnya dibanding biji kopi luar negeri, seperti gayo Aceh, Toraja, ataupun Bali.

Sebelum mengandrungi minuman yang dibuat dari kopi asli atau ground coffee, saya memiliki perjalanan cerita tentang kopi instan.

1. Nescafe 3 in 1 sachet

Source: Google

Dimulai ketika saya masih duduk di bangku kelas 6 SD. Saya cukup sering minum Nescafe 3 in 1 sachet. Belum terpikir untuk mengonsumsi kopi asli karena dulunya saya berpikir kopi asli itu terlalu pahit dan saya menyebutnya dengan “kopi bapak-bapak” yang notabene banyak dikonsumsi oleh kalangan bapak-bapak.

2. Nescafe Kaleng

Source: Google

Menginjak bangku kuliah, saya mulai minum kopi kaleng atau canned coffee dan juga menjadi soda addict se-addict addict-nya sampai akhirnya insyaf ketika memasuki dunia kerja.

3. Indocafe ice Coffeemix

Source: Google

Ketika bekerja saya mulai melirik brand indocafe ice yang menurut saya memiliki kandungan kopi lebih banyak dibanding kopi-kopi instan sebelumnya dan tingkat keasamannya atau acidity juga terasa lebih tinggi tapi lebih manis dibanding Nescafe sachet.

4. Maxim sachet

Ketika S2 di Korea, saya masih sempat mengimpor Indocafe Ice dari Indonesia sebelum saya mencoba Maxim. Salah satu kopi instan keluaran Korea. Maxim sachet ini memiliki acidity yang lebih rendah dibanding Indocafe ice dan tidak semanis kopi-kopi instan kebanyakan.

Mulai mencoba ground coffee

Selain mengonsumsi Maxim sachet, saya juga mulai mencoba ground coffee ketika sedang studi di Korea. Kopi sachet Maxim tetap menjadi andalan ketika kantong mulai menipis. Coffee shop di Korea sangat banyak dan unik. Ada yang sekelas Starbucks, ada juga café-café kecil dengan interior design yang menarik. Produk kopi yang ditawarkanpun bermacam-macam dengan rasa khas yang diberikan. Seingat saya, Hazelnut latte dan Caramel Macchiato menjadi kopi yang sering saya konsumsi.

Ketika kembali ke Indonesia, ternyata semakin banyak kedai-kedai kopi yang telah dibuka dan semakin banyak saudara ataupun kenalan yang mengonsumsi kopi asli bahkan beberapa teman memiliki alat roaster kopi dan segala printilannya. Saya mulai mencoba kopi-kopi buatan barista lokal dengan mencoba beberapa cafe yang anti-mainstream yang tentu saja tidak semahal Starbucks.

Saya baru sadar bahwa saya bukanlah coffee lover sejati karena banyak sekali ilmu seputar kopi dan olahannya serta cara mengolahnya yang belum saya ketahui. Dan akhir-akhir ini saya mulai mencari tahu tentang perbedaan kopi instan dan kopi asli. Lebih sehat yang mana sih? Berapakah kadar maksimal mengonsumsi kopi dalam sehari? Benar nggak sih kopi itu berbahaya bagi perempuan?

Jadi, menurut artikel yang ditulis di nine.com.au, terdapat beberapa plus minus dari mengonsumsi kopi instan ataupun kopi asli. Pada dasarnya, semua kopi memiliki efek yang sama jika dikonsumsi. Mengonsumsi kopi dapat meningkatkan adrelin atau metabolisme dalam tubuh sehingga dapat mendongkrak alertness dalam tubuh ketika ingin beraktivitas di pagi hari atau ketika badan merasa lemas. Dari segi harga, jelas olahan kopi asli memasang harga beberapa kali lipat lebih tinggi dibanding kopi instan karena prosesnya yang dilakukan dan minuman kopi yang lebih fresh untuk dikonsumsi.

Sedangkan dari sisi kesehatan, bahan dasar dari keduanya dikatakan sama-sama aman untuk dikonsumsi. Yang membedakan hanya kandungan kafeinnya di mana kopi instan dikatakan memiliki kadar kafein dan beberapa nutrisi yang lebih rendah dibanding kopi asli, yaiut dikarenakan telah melalui beberapa rangkaian proses sampai menjadi kopi instan siap minum. Selain itu, dari segi dietary, perbandingan susu dan gula yang digunakan juga mempengaruhi perhitungan kalori yang dikonsumsi serta kandungan-kadungan lain seperti bahan pengawet juga butuh untuk dipertimbangkan.

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis kopi, lantas berapakah batas maksimum kopi (kafein) yang dapat dikonsumsi dalam sehari?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan batasan mengonsumsi kopi setiap harinya. Yang paling mudah adalah dengan mengetahui kondisi tubuh masing-masing, terutama yang memiliki gangguan lambung dan jantung. Beberapa orang yang memiliki penyakit lambung akan memiliki tingkat toleransi yang rendah terhadap jumlah kafein yang dikonsumsi. Sama halnya dengan yang memiliki kelainan jantung ataupun darah tinggi. Jika dirasa meminum setengah gelas atau segelas kopi sudah memberikan efek yang diinginkan, maka tidak perlu penambahan konsumsi kopi. Efek yang ditimbulkan bisa pusing, mual, sakit maag, atau jantung berdebar.

Menurut beberapa dokter, konsumsi kafein yang normal setiap harinya adalah tidak melebihi 400mg. Tiap-tiap jenis kopi memiliki kandungan kafein yang berbeda-beda. Perkisaran untuk 1 gelas espresso adalah sekitar 60-120mg kafein.

Bagaimana dengan efek minum kopi terhadap kesehatan wanita? Dari beberapa video dan artikel yang saya baca, kopi tidak akan memberikan efek berbahaya jika dikonsumsi dalam jangka panjang dan tidak berlebihan. Beberapa artikel membahas beberapa efek negatif dari kopi terhadap wanita, seperti halnya penurunan kognitif, kelainan jantung, dan osteoporosis. Sayangnya tidak ada penelitian terlampir dari efek negatif tersebut.

Yang menjadi fokus saya adalah tentang osteoporosis karena seperti kita ketahui bahwa wanita lebih mudah terserang osteoporosis dibandingkan dengan pria. Saya sempat menanyakan hal ini kepada teman saya, Junda, seorang PHd Candidate Jurusan Gizi di Chulalongkorn University Thailand. Yang harus kita ketahui selain kadar maksimum kopi yang dapat dikonsumsi setiap harinya adalah waktu-waktu yang tepat untuk mengonsumsi kopi. Disarankan untuk mengonsumsi kopi dengan jarak kurang lebih 1-2 jam sebelum atau sesudah makan karena kafein dapat memperlambat penyerapan kalsium dalam darah. Tidak hanya berlaku untuk kopi, tetapi juga minuman atau makanan lain yang mengandung kafein, seperti teh ataupun cokelat.

Jadi, walaupun minum kopi sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, kita harus tetap memperhatikan kebutuhan dan kesehatan tubuh kita ya. Selamat ngopi!

Referensi:

https://m.merdeka.com/sehat/6-bahaya-kebanyakan-minum-kopi-bagi-tubuh-wanita.html#

https://lifestyle.kompas.com/read/2017/09/11/083356720/apa-beda-kopi-arabica-dan-robusta

https://coach.nine.com.au/2017/02/10/13/06/instant-vs-ground-coffee-health-benefits

7 thoughts on “Kopi Instan vs Kopi Asli

  1. Kopi.. sudah lama g minum kopi. Cuma berani minum kopi waktu di korewa karena g seberapa kuat menurutku kalo dibanding sama kopi di indo. Sebenernya kalo rasanya lebih suka kopi hitamnya indo sih, sayang perutnya yang g kuat setiap minum kopi hitamnya indo.. ehehehe..

    1. Katanya kalau sering minum ground coffee terus minum kopi instan jadi nggak berasa gitu ya?
      Nescafe sama indocafe masih mending yak. Tapi kalau Good day menurut saya nggak termasuk itungan kopi instan 😅

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s