Motherhood

#Modyarhood : Ibu-ibu dan Cara Berpakaiannya

Ibu-ibu atau emak-emak. Sebutan bagi wanita yang telah memiliki anak atau dandanannya mirip wanita yang punya anak yang dianggap telah berumur (tua). Identik dengan daster, dandan minim, dan kadang galak.

Di awal pernikahan, saya termasuk yang kurang suka disebut ibu-ibu karena cap yang diberikan kepada ibu-ibu itu sedikit kurang baik dalam hal penampilan dan kegalakannya (walaupun saya juga sedikit galak sih). Namun, untuk urusan di luar penampilan, sudah jelas track record kebanyakan ibu-ibu punya infinite love untuk anak-anak dan keluarganya (pembelaan dah). Nah, kali ini #Modyarhood mengangkat tema tentang style sebelum dan sesudah menjadi ibu. “Apakah jadi ibu mengubah style kita?

Dari pengalaman saya yang baru punya satu anak,

menjadi ibu dan istri mau tidak mau sedikit berpengaruh terhadap cara berpakaian saya. Namun, kalau diamati, yang berubah hanya bentuk bajunya aja sih. Pas kuliah, saya suka pake rok, kemeja, dan kerudung segi empat. Pas kerja, kebetulan masuk di industri game yang tidak mewajibkan karyawannya berpakaian rapi yang notabene karyawan cewek bisa dihitung jari. Jadi, saya lebih memilih berpakaian casual dan santai dengan menggunakan legging dan kaos-kaos lucu plus sandal japit. Setelah menikah, barulah saya mulai mengumpulkan gamis-gamis dengan pemikiran pakai gamis dengan bahan yang nyaman akan mengurangi rasa gerah dan ribet saat hamil. Sedangkan style di rumah? Dari dulu mah tetap sama. Dan seketika menyadari bahwa style ibu-ibu dengan daster adem dan semriwing di rumah itu memanglah super nyaman. #BanggaMenjadiIbuBerdaster. Hahaha.

Kebetulan dari dulu saya suka pakaian yang simple dan tidak ribet. Color palette-nya pun masih mirip-mirip. Antara hitam-abu, soft pink-ungu, coklat, dan tidak bercorak alias polos. Salah satu alasannya karena kurang suka aja. Alasan lainnya karena memang nggak pede sih. Ehehe. Apalagi kalau urusan make-up. Paling maksimal pake lipstick sama bedak aja. Cuma akhir-akhir ini saja saya mulai aware dengan skincare, melihat kondisi kulit yang semakin menua. Sekali lagi, itu semua karena memang dari dulu saya malas banget sama yang namanya dandan. Kalau istilah Mbak Puty, effortless. Sama halnya dengan kerudung. Saya lebih prefer memakai kerudung instan atau kerudung segi empat yang minim penggunaan peniti dan jarum. Alasannya biar nggak ribet pas wudhu. Jadi kalau dibilang merubah style yaa, iya, tapi masih dengan taste yang sama.

Terus, ada yang dikangenin nggak ya?

Hmm.. Ada sih beberapa hal yang kadang saya kangenin dari style sebelum jadi ibu-ibu.
1. Tas slempang/backpack lucu dan super ringan
Setelah punya baby berasa bawa lemari kemana-mana (lebay sih).
2. Baju dan jaket unyu
Kalau sekarang pake yang ada kuping-kupingnya disangka nyaingin anak ntar. Ahaha. Padahal emang nggak pede aja.

Jadi, adakalanya memang lingkungan kita berpengaruh terhadap style kita. Apapun style yang kita adopsi, menurut saya yang terpenting adalah kita pede dan nyaman memakainya. Kalau kita nyaman dan pede, jatuhnya bakal enak aja gitu dilihat diri sendiri dan orang lain.

Kalau pengalaman ibu-ibu yang lain bagaimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s