Love & Marriage · Motherhood

#Modyarhood: Tetap Romantis Meski Punya Anak

Nge-date setelah punya anak be like

Topik #modyarhood kali ini lumayan berat bagi saya. Dengan mengangkat tema quality time bersama pasangan setelah memiliki anak, duo ibu blogger, Mbak Puty dan Mama Lilo memberikan challenge tersendiri bagi ibu-ibu seperti saya yang (terlalu) menikmati peran sebagai seorang ibu dan kadang (atau sering?) terlupa kalau saya juga memiliki peran sebagai istri.

Inspired by 2 previous posts of Mbak Puty and Mama Lilo, let me told you a short not-so-romance story of me and my husband.

Sebelum menikah, bisa dikatakan kami tidak pernah nge-date. Baru merasakan dating itu pas setelah menikah di mana beberapa minggu setelahnya saya dinyatakan hamil oleh dokter. Kebetulan saat itu saya dan suami masih tinggal di Korea. Thirty eight weeks of preganancy merupakan intense dating kami berdua sebelum Ihsan lahir. Nah, sekarang?

Honestly, semenjak ada Ihsan (16 months old), kami tidak pernah pergi tanpa Ihsan yang dikhususkan untuk nge-date berdua. Kenapa? Tentu banyak sekali alasan yang kami pertimbangkan. Tinggal jauh dari orang tua dan saudara memberikan tantangan tersendiri yang mau tidak mau harus kami jalani. Keluarga adalah orang terpercaya kedua setelah pasangan kita di mana kita akan merasa (cukup) aman ketika meninggalkan anak-anak kita dengan mereka. Itupun kalau boleh jujur terkadang masih insecure karena perbedaan cara didik. Apalagi menitipkan Ihsan ke daycare atau menyewa baby sitter. Keduanya belum menjadi opsi bagi saya dan suami.

Kalau dengar istilah nge-date bareng suami itu bayanginnya candle light dinner. Kenyataannya suami lebih suka makan di rumah, jadi yaaa begitu. Ehehe. Pernah kami keluar beberapa menit tanpa Ihsan ketika sedang jalan-jalan bareng kakak saya (Ihsannya dimomong kakak). Rasanya? Aneh. Seperti ada yang kurang karena kami tidak pernah keluar rumah tanpa Ihsan. Namun, tidak dipungkiri, suatu saat saya dan suami akan butuh quality time yang benar-benar dikhususkan untuk nge-date, di luar rumah, dan tanpa Ihsan, yaah walaupun belum tau kapan. Lantas, bagaimana mengatur quality time bersama pasangan sampai saat ini dengan kondisi tidak dapat meninggalkan anak.

Sebenarnya, kalau kencan bersama suami diartikan secara lebih luas, banyak juga waktu yang kami habiskan berdua di rumah. Ketika Ihsan sedang tidur, kami masih menyempatkan nonton acara kesukaan bersama di laptop. Running Man, K-series, US-series, beberapa film yang pernah hits, sampai streaming pengajian di Youtube. Di lain waktu, kita juga baca buku bareng-bareng, dengan buku kami masing-masing karena genre kesukaan kami juga beda. Kalau salah satu mulai bosen dengan bukunya bisa gangguin yang masih serius. Sering berakhir dengan sama-sama menutup buku dan ngobrolin interesting topic dari buku-buku yang dibaca. Tidak jarang obrolan jadi panjang dan macam-macam bahasannya. And most of the time, kami memang sukanya ngobrol dan diskusi ‘sok bijak’ dan ‘sok pintar’ dari topik agama, politik, parenting, sampai hal receh diskusi tentang meme-meme lucu di internet dan jadi paling serius kalau sudah membicarakan masalah budgeting. Ahaha. Tak jarang juga kami melemparkan jokes dan compliments di sela-sela menyiapkan makanan dan mengurus anak. I think that’s quite powerful to keep the attachment between wife and husband.

Dan dengan menerima challenge menulis kali ini, saya jadi menyadari bahwa quality time tidak hanya didapatkan dari spending time completely just two of us, tetapi juga cherishing setiap detik interaksi dengan suami. Seperti bahagianya saya ketika menyiapkan sarapan untuk suami dan Ihsan kemudian suami memberikan sanjungan dengan lantangnya, “Wah, makasih, Ummi!!” Dilanjutkan beberapa detik kemudian dengan, “Waaah. Enaaaak!” Gandengan tangan pas belanja mingguan/bulanan walau salah satu dari kami lagi gendong Ihsan. Sederhana, tapi itu bisa jadi penyemangat bagi kami berdua sampai saat ini.

Setiap pasangan memiliki kondisi, prioritas, dan cara tersendiri untuk tetap menjaga romantisme hubungan keduanya setelah memiliki anak. I don’t have any special tips and tricks for having a great candle light dinner with your husband. But I can say, being grateful for every second spent with hubby is one of basic ways to keep our marriage long lasting insyaaAllah.

Bersemangat menjadi ibu yang baik tentu suatu cita-cita yang mulia. Pun menjadi perhiasan dunia yang paling indah bagi suami. Selamat berjuang, Moms! ^ ^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s