Motherhood

#Modyarhood: Gerakan Tutup Mulut (GTM)

Source: Google

Hello, Moms! Kali ini #Modyarhood mengangkat tema tentang GTM alias Gerakan Tutup Mulut pada anak. Saya yakin GTM merupakan challenge yang cukup menantang bagi sebagian besar ibu-ibu di mana situasi ini mendorong para supermoms untuk lebih kreatif dalam menyajikan makanan dan lebih mengasah kepekaan dalam memahami kemauan anak. And indeed, this won’t be easy.

GTM. Sampai saat ini, saya pun masih sering menerka-nerka tentang penyebab GTM pada Ihsan, anak saya. Apalagi ketika sebelumnya tidak ada masalah dengan nafsu makannya. Dari pengalaman saya dengan Ihsan yang masih berumur 15 bulan, kemungkinan-kemungkinan yang menjadi pemicu GTM antara lain:

1. Naik tekstur makanan

2. Bosan dengan suatu jenis makanan

3. Sakit

4. Tumbuh gigi

Lantas usaha apa saja yang pernah saya lakukan? Membaca buku dan artikel di internet tentunya menjadi solusi paling cepat untuk mendapatkan jawaban akan tantangan GTM. Di luar sana banyak ibu-ibu yang sudah berhasil atau sama-sama curhat untuk mendapatkan solusi menghadapi GTM. Berikut ini merupakan beberapa usaha yang saya coba sampai saat ini.

1. Mengubah tekstur makanan

Ketika anak berumur di bawah 12 bulan, hal yang bisa dicoba pertama kali adalah mengubah tekstur makanan. Ihsan kebetulan sudah tidak doyan dengan makanan bertekstur halus dan lembek ketika menginjak umur 9 bulan. Jadi, mau tidak mau agar Ihsan makan, saya berikan tekstur yang lebih kasar dan padat dari biasanya.

2. Menyiapkan menu bervariasi

Ada beberapa anak dan ada beberapa kondisi di mana anak tidak ingin makan walaupun disediakan makanan kesukaannya. Tentu memberikan hidangan bervariasi dapat membantu kita untuk memberikan opsi kepada anak. Walaupun akan menambah menu makanan yang harus dimasak.

3. Menyuapi dengan tangan

Entah kenapa ada kalanya anak lebih suka disuapin/makan dengan tangan dibanding dengan sendok.

4. Sediakan cemilan

Saya selalu berusaha menyediakan cemilan di rumah. Cemilan berat dan cemilan ringan. Cemilan berat ini seperti roti atau jajanan pasar. Kadang kalau saya sedang bersemangat, saya akan membuat dessert seperti pudding susu atau pancake untuk cemilan yang bisa dianggap menggantikan nasi.

5. Memutarkan video

Saya bukan yang anti-pati dengan memberikan gadget ke anak under 2 years old. Namun, sebisa mungkin kami membatasi waktu nonton Ihsan. Termasuk ketika menghadapi kondisi darurat seperti susah makan. Tidak dipungkiri, kadang memutarkan video dapat membantu kita menenangkan anak keika makan walaupun idealnya hal ini sering tidak dianjurkan oleh para ahli.

6. Mengajak makan sambil keliling komplek

Terkadang anak merasa bosan dengan kondisi makan yang sama. Thus, sometimes I bring him outside.

7. Membiarkannya makan sendiri

Yang ini tentu perlu persiapan lahir dan batin untuk mengerjakan pekerjaan tambahannya ya moms.

8. Memberikan multivitamin

Dengan memberikan multivamin, harapan saya adalah gizi yang sedang susah didapat dari makanan akan dapat terpenuhi dengan multivitamin tersebut.

9. Jangan memaksa

Saya pernah kehilangan kesabaran ketika Ihsan susah makan. Ketika itu berat badan Ihsan memang dalam kondisi harus diawasi. Pun sampai sekarang. Ditambah lagi dengan tekanan-tekanan dari pihak luar. Tentunya hal ini menjadi pressure tersendiri bagi seorang ibu. Namun, dengan memaksa nihil hasil yang saya dapat. Efek paling buruk dari memaksa anak untuk makan adalah ia lebih susah lagi untuk diajak makan. Mamak-mamak memang dituntut super sabar dan super sayang sama anak-anaknya. Namun, ada kalanya anak perlu dipaksa kalau memang semua cara di atas telah dilakukan. Kalau baca-baca artikel, there is child who is lazy to eat. Jadi, mau tidak mau harus diajarkan perlunya makan.

Menghadapi anak dalam kondisi ini mengajarkan saya untuk belajar lebih banyak tentang mengatur pola makan anak, lebih kreatif dalam menyajikan makanan anak, dan yang terpenting adalah belajar untuk lebih sabar lagi dalam menghadapi anak. Semoga kita selalu diberikan kesabaran ya moms dalam menjalani kehidupan sebagai ibu bagi anak-anak kita. And I wish a healthy and happy life for all of us!

Check another post of #Modyarhood here.

Advertisements

2 thoughts on “#Modyarhood: Gerakan Tutup Mulut (GTM)

  1. Tantangan yang makin beda tiap harinya buat supermom, semangatt terus y fiit, semoga ihsan tumbuh sehatselalu makin pinter ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s