Books · Daily Life · Motherhood · Reviews · Thoughts

#Modyarhood: Menjadi Orang Tua (yang Lebih) Bijaksana dengan Membaca Parenting Books

Kali ini saya ingin ikut berpatisipasi dalam project yang diprakarsai oleh toldbyputy dan rekannya mamamolilo dengan hashtag #Modyarhood (untuk penjelasannya bisa mampir ke blog of those supermoms). Tema perdananya adalah tentang buku parenting.

“Books open your mind, broaden your mind, and strengthen you as nothing else can.” -William Feather

Berbicara soal buku parenting, tidak banyak buku yang saya sudah baca. Ada 3 buku yang khusus saya beli dan 2 buku yang ingin saya beli tetapi masih tertunda (Anti Panik Bayi 0-3 tahun dan What to Expect When You’re Expecting). Well, tidak semua orang tua, ibu khususnya, memiliki hobi membaca. Walaupun saya meyakini bahwa membaca (text book) akan memperluas pengetahuan, tetapi di era modern saat ini, tak sedikit ibu-ibu yang lebih suka membaca buku atau artikel lewat handphone-nya. Dan, ya memang saya akui, dengan internet apapun lebih mudah didapat dan pastinya lebih up-to-date. Lepas dari kita suka membaca text book atau tidak atau bahkan suka baca atau tidak, let me share about books I’ve read.

1. Memahami dunia parenting dari sudut pandang Neurologist.

Brain Rules for Baby by John A. Medina. Yep, dari sekian buku yang sudah dan ingin saya baca, buku ini yang paling menarik perhatian saya. Kebanyakan dari buku parenting, menjelaskan tips dan trik tentang menghadapi tumbuh kembang anak secara psikologis. Buku ini menjelaskan fase-fase perkembangan anak 0-5 tahun dari cara kerja dan anatomi otak–salah satu bagian terpenting dari tubuh manusia. Dengan bahasa yang mudah dimengerti dan narasi yang menarik, buku ini mampu menjelaskan bagaimana untuk memaksimalkan perkembangan dan kerja otak sedari bayi, menangkal mitos-mitos yang sering tersebar di kalangan orang tua (salah satu yang menarik adalah penjelasan tentang apakah benar cerdasnya otak anak dipengaruhi oleh musik klasik), dan banyak lagi. Worth to read!

2. Menanamkan nilai-nilai agama sejak dini

Setiap orang tua memiliki keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, termasuk dalam hal pendidikan akhlak sedari kecil. Selama masa kehamilan, tak jarang saya berdiskusi dengan suami tentang pendidikan anak kelak. Ya walaupun dalam realita, semua teori dari buku (mungkin) bisa diterapkan jika hanya diiringi dengan kesabaran. Dan saya meyakini kesabaran bisa diperoleh jika kita paham tentang kondisi yang kita hadapi. Dalam menambah ilmu tentang mendidik anak sesuai ajaran Islam, salah satu buku yang (sedang) saya baca adalah Islamic Parenting yang ditulis oleh Syaikh Jamal Abdurrahman.

Menurut kami, mendidik anak harus dimulai sedini mungkin. Tidak perlu menunggu anak bisa bicara dan mengerti apa yang kita bicarakan. Termasuk dalam mengenalkan agama. Karena kami yakin, menanamkan keyakinan yang baik sedini mungkin akan berpengaruh terhadap psikologi anak kedepannya. Buku ini pun sebenarnya belum selesai saya baca, lain hal dengan buku pertama di atas. Sengaja tidak saya selesaikan, saya membaca chapter sesuai umur anak. Itu membuat saya tidak berkhayal atau gagal fokus dengan pendidikan pada fase yang sedang dijalani.

3. Belajar dari pengalaman Ibuk

Happy Little Soul. Untuk buku yang satu ini, saya yakin banyak yang sudah tahu dan melahap habis isi bukunya. Buku yang ditulis oleh ibuk Retno Hening tentang pelajaran mendidik anaknya yang bernama Kirana. Ditulis dalam bahasa yang ringan, buku ini mampu memberikan positive vibes bagi ibu-ibu yang membacanya. Sama seperti kebanyakan buku parenting, buku ini berisikan curhatan dan beberapa tips dari ibuk dalam membesarkan anaknya.

Terlepas dari sebagus dan sebanyak apapun buku yang dibaca, dunia parenting memang begitu challenging. Ini merupakan pekerjaan seumur hidup yang kita tidak akan mendapatkan slip gaji di setiap bulannya. Karena itu, dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan. Setiap orang tua memiliki pilihan (yang terbaik) untuk anak-anaknya. Butuh pemahaman dan penelitian lebih jikalau kita ingin men-judge cara yang dipilih (oleh orang tua tersebut) salah atau buruk karena semua orang tua itu pada dasarnya adalah pembelajar yang ingin memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya. Nah, pemahaman itu bisa kita peroleh dengan menambah ilmu semaksimal mungkin tentang dunia parenting. Tidak hanya dengan membaca buku-buku (text book/hard copyparenting, dengan akses internet yang memadai kita pun bisa mendapatkan ilmu dengan membaca artikel-artikel ringan yang bertebaran di dunia maya, termasuk social media. Namun, supermoms harus selektif juga ya dalam memilih bahan bacaan yang sumbernya bisa dipercaya.

Selamat berbagi ilmu, supermoms!

 

Advertisements

3 thoughts on “#Modyarhood: Menjadi Orang Tua (yang Lebih) Bijaksana dengan Membaca Parenting Books

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s