Notions & Thoughts · Opinions · Thought · watch-listen-feel

Angan Seorang Pembayar Pajak

Tidak ada salahnya menyampaikan keinginan. Iya. Keinginan atau mungkin hanya angan pembayar pajak. Sepulang dari merantau di luar negeri, tentunya ada beberapa perbedaan mencolok yang saya rasakan. Salah satunya adalah tentang public facilities.

Not having private transportation such as motorcycle or even car membuat saya sadar pentingnya penyediaan public facility untuk pedestrian. Mungkin benar, sebagian besar dari kita memang sulit untuk berempati terhadap suatu hal kalau kita tidak pernah merasakan hal tersebut. Mungkin. Dan tentunya tidak semua orang. 

Menggunakan public transportation sebagai pendukung mobilitas utama di Korea menjadikan saya lebih terbiasa untuk jalan kaki, menggunakan kendaraan pribadi seminimal mungkin, dan lebih lagi menyadari betapa pentingnya pengadaan public transportation ini untuk mengurangi kemacetan. Unfortunately, nampaknya hal tersebut sedikit perlu usaha lebih untuk Indonesia. Karena saya sedang tinggal di Bandung, saya akan menggunakan Bandung sebagai sumber pengamatan saya. 

Bandung termasuk kota yang sangat cepat dalam mengimplementasikan inovasi-inovasi ataupun perbaikan tata kota. Kiblatnya saja sudah Korea Selatan. Ehehe. Nah, mungkin cerita saya ini masih dianggap menjadi angan-angan karena saya tidak mengikuti rencana perbaikan kota Bandung.

Kota Bandung itu kecil, tetapi padat. Banyak titik-titik yang rawan macet. Perkampungan banyak yang tidak tertata. Tak jarang jalan-jalan masuk gang tak sampai selebar rentangan tangan. Namun, saya pernah dengar bahwa pak wali kota akan mengadakan perbaikan tata kota. Semoga secepatnya terlaksana.

Tentang fasilitas untuk pejalan kaki. Saya sering berdiskusi dengan suami. Lebih tepatnya saya lebih sering tanya dan sedikit upset dengan keadaan trotoar-trotoar di jalanan Bandung. Well, beberapa trotoar sudah mulai diperbaiki, seperti di daerah Braga ataupun Dago. Iya, jalanannya seperti trotoar di Seoul loh. Sayangnya, daerah-daerah lainnya belum tersentuh. Untuk jalan saja susah. Karena saya sering jalan di daerah Cihampelas, saya akan menggunakan keadaan trotoar di sekitar sana.

Cukup miris. Pembangunan skywalk di daerah ini tidak diiringi dengan pembenahan  trotoar. Nah, di sini ada beberapa macam keadaannya. Pertama, trotoar berlubang. Fortunately, bukan pas di sekitaran Skywalk dan Ciwalk. Kedua, saya jadi bingung, apakah skywalk ini dibangun tidak hanya untuk merapikan pedagang yang sebelumnya berantakan di trotoar melainkan juga sebagai pengganti trotoar di bawah untuk pedestrian? Maksudnya, keadaannya sekarang adalah trotoar di bawah digunakan juga sebagai lahan parkir. Apakah pemerintah setempat menginginkan pedestrian untuk selalu/mengharuskan pedestrian menggunakan skywalk? Karena lahan parkir itu, keadaannya jadi sama aja sih dengan trotoar rusak. Haruslah terampil mencari celah di antara motor-motor dan mobil-mobil yang parkir. 

Saya mengapresiasi pengadaan sewa public bicycle yang juga sudah dirilis Bandung. Namun, tidak semua pedestrian perlu bersepeda bukan? Bukankah kalau ingin mengurangi kemacetan dibutuhkan perbaikan yang terintegrasi dari perbaikan trotoar, pengadaan public transportation yang nyaman, aman, dan disiplin, serta pendisiplinan pengguna jalan. Kalau trotoar sudah tidak bolong-bolong, ada angkot dan bis yang nyaman untuk digunakan, dan bantuan dari polisi dalam mendisiplinkan, saya yakin jumlah pedestrian semakin meningkat dan insyaaAllah jumlah kendaraan yang menyumbang kemacetan di Bandung juga akan berkurang. Ah, mungkin saya yang tidak sabar melihat perbaikan yang lebih cepat. Semoga lebih cepat. Ehehehe.

Advertisements

One thought on “Angan Seorang Pembayar Pajak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s