Kepedulian Sesama Muslim
Assalamu’alaikum.
Umm, tiba-tiba ingin menulis pengalaman baru ketika masuk dunia kerja. Let me write in Bahasa
. Yup, di kantor saya, perbedaan beragama sangat mudah dilihat. Namun, perbedaan keyakinan dalam satu agama (dalam hal ini Islam), itu masih baru bagi saya. Di masa kuliah, walaupun perbedaan itu terlihat, tetapi tidak se-ekstrim di sini. Berita-berita di televisi tentang suatu golongan atau individu yang menganut agama Islam, tetapi tidak melakukan ibadah wajib, yaitu sholat fardhu, benar-benar baru kulihat di sini.
Aku belum paham tentang alasan mengapa seorang muslim tidak sholat. Padahal, dalam keadaan apapun, Allah mengharuskan kita untuk melakukan sholat fardhu.
Awalnya shock melihat begitu PD orang-orang Islam-KTP tersebut tidak solat, padahal muslim lain lalu-lalang di depan mereka untuk menunaikan ibadah wajib yang akan dihisab pertama kali ketika datang hari pembalasan.
Sesungguhnya amalan seorang hamba yang pertama kali dihitung adalah sholatnya maka jika sholatnya baik, maka sungguh ia telah beruntung dan sukses. Sebaliknya apabila sholatnya rusak maka ia celaka dan merugi. Kemudian jika ada dalam sholat wajibnya kurang, Allah SWT berfirman kepada malaikat – padahal ia lebih tahu – ‘lihatlah apakah hamba-Ku mengerjakan sholat sunnah, maka jika ia mengerjakan, maka sempurnakanlah sholat wajib hambaku dengan sholat sunnahnya!’ Kemudian amalan-amalan lainnya diperlakukan demikian”(HR Tirmidzi bab yang pertama kali dihitung dari hamba pada hari kiamat juz 2 no. 378)
Hadits lain yang membahas ini adalah sebagai berikut.
أول ما يحاسب به العبد يوم القيامة الصلاة ، فإن صلحت صلح له سائر عمله ، وإن فسدت فسد سائر عمله
Rasulullah Saw. bersabda, “Pertama-tama amalan yang dihisab (dihitung) untuk seorang hamba pada hari kiamat (nanti) adalah shalat. Apabila shalatnya itu bagus maka baguslah amalan yang lain, dan apabila buruk maka buruk pulalah amalan yang lain.” (HR Thabrani)
Awalnya saya cuek dengan keadaan ini. That’s your problem, not mine. Namun, beberapa hari lalu, saya membaca tweet dari aa Gym tentang hadits yang menjelaskan cara menolak kemungkaran yang ada di depan mata.
“Barang siapa di antara kamu melihat kemungkaran, hendaklah ia merubah/mencegah dengan tangannya (kekuasaan). Jika ia tidak mampu, maka dengan lidahnya (secara lisan). Dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya. Dan itu adala selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)
Hadits ini sedikit mengusik diri saya untuk mengingatkan salah satu teman kantor, yang bisa dibilang dekat dengan saya. Awalnya dimulai dengan canda, tetapi kuberanikan diri untuk membahas hal yang lebih serius seperti menanyakan alasan tidak solat. Namun, teman yang satu ini hanya bolong-bolong, bukan masalah keyakinan. Setelah mengetahui itu, saya langsung ucap “Alhamdulillah”. Walaupun solatnya tidak full, paling tidak dia tahu sholat adalah wajib. Kemudian, saya mencoba mengingatkan teman lain, yang memang saya tidak pernah melihatnya melakukan ibadah sholat fardhu selama saya bekerja. Namun, dia dengan tegas menjawab tidak. Astaghfirullah, naudzubillah, semoga iman kita diperkuat oleh Allah Subhanahu Wata’ala di tengah gilanya keadaan di dunia.
Hadits Muslim di atas sudah cukup menjelaskan tentang apa yang harus dilakukan oleh seorang muslim terhadap muslim lain. Saya pun sering merasa lemah, dan hanya bisa membantu dengan hati (do’a). Tetapi, tindakan-tindakan langsung saya rasa perlu dilakukan
.
Namun, bukan berarti saya yang mengingatkan adalah sosok muslim yang tidak pernah berbuat salah, atau sempurna ibadahnya. Saya juga sedang belajar untuk memperbaiki diri. Wallahua’lam. Semoga Allah selalu melindungi kita dan keluarga kita dari ketergelinciran iman yang dapat merusak masa depan dunia dan akhirat kita.
Remind each other, share goodness. Saya rasa tidak ada ruginya mengingatkan sesama muslim untuk melakukan kebaikan. Ingatkan dengan cara yang baik. Jika tidak berhasil, do’akan. Sesungguhnya Allahlah Yang Kuasa membolak-balikkan hati manusia.
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
Sesungguhnya sholat itu bagi orang beriman merupakan kewajiban yang telah ditentukan waktunya.
Jadi, jika ada yang mengingatkan dan mengajak Anda untuk melakukan sholat fardhu, maka jangan merasa orang tersebut sok mengurus Anda. Sesungguhnya mereka ingin masuk surga bersama-sama dengan Anda.
Okay, keep thinkin positive and happy praying!
P.S. : Thanks to Safir who reminded me that I had a chance in this situation. Allah bless your life
Posted on February 18, 2012, in not-ordinary-faith, not-ordinary-lifestyle. Bookmark the permalink. 8 Comments.

di kantor saya juga ada orang yang demikian.. ada yang rajin shalat, ada yang jarang shalat dan ada yang gak pernah salat… saya coba untuk mengajak. dengan mangajak itu sama artinya mencegah kemungkaran di dekat kita..
semoga hal-hal demikian semakin memperkuat keimananan kita dan menyadarkan kita bahwa kita harus rajin shalat..
yup.. benar sekali.. ajak semampu kita (dengan cara yang baik).
Semoga kita termasuk orang-orang yang dijaga imannya oleh Allah Subhanahu Wata’ala
Ada. Ada. Saya juga pernah melihat yang seperti itu di lingkungan kerja saya. Apa yang harus saya lakukan? Mengingat sebenarnya saya dan dia berbeda agama. Hanya saja, saya merasa aneh melihat seorang muslim tapi tidak sholat. Pernah dalam hati, saya ingin tanya padanya, tapi takut dibilang sok ikut campur.
Gimana menurutmu, Fit?
NB: Eh, akhir2 ini semakin sering posting ya.
Seneng deh.
hmm.. tak apa Lambertus. Ingatkan saja. Dengan cara baikmu.
Menurutku, seorang muslim seharusnya memiliki rasa malu ketika diingatkan, apalagi dengan orang yang berbeda keyakinan. Seharusnya, maluuu sekali.
Tak ada yang salah dalam mengingatkan kalau itu memang benar.
Iya, sebenarnya beberapa postingan lama tersimpan dalam draft. You know lah. Pulang kerja, capek, niat blogging terbengkalai.
Masya Allah, saya belom pernah ketemu orang yang full gak solat…

Temen2 saya yang saya kenal paling jelek ya bolong2, bukan gak solat sama sekali.
Ah, semoga saya nanti mampu bergaul dengan mereka yang gak solat ini. Aamiin!
hmm.. ini juga pertama kali aku merasakan langsung berada di tempat yang seperti itu, di mana ada orang yang tanpa malu, tidak merasa terusik untuk solat. Entah apa yang diyakininya.
Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu dalam naungan perlindungan Allah Subhanahu wata’ala.
“Serulah (manusia) kepada jalan Robb-mu dengan Hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik ..” – (An Nahl : 125)
semoga selalu dalam bimbingan dan lindungan Alloh..
barokallohu fiiki..
allahumma aamiin..